Jumat, 21 Juli 2017

Kenali Penyakit Meningioma

Meningioma adalah tumor yang muncul pada selaput perlindung otak dan saraf tulang belakang. Bila dibandingkan dengan saraf tulang belakang, otak lebih sering terkena Meningioma. Meningioma bisa bersifat jinak, ganas, ataupun atipik tapi lebih sering tumor ini bersifat jinak. Tumor jenis ini biasanya berkembang cukup lambat. Mayoritas penderita Meningioma adalah wanita lanjut usia, namun pria dan anak-anak juga memiliki risiko menjadi pengidap tumor jenis ini. Komplikasi jangka panjang yang bisa terjadi akibat Meningioma adalah :

> Kejang-kejang
> Hilang ingatan
> Kesulitan berkosentrasi
> Perubahan kepribadian

Komplikasi ini juga dapat terjadi setelah tindakan medis seperti operasi dan radioterapi

Gejala Meningioma

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala-gejala utama yang umumnya dirasakan oleh penderita Meningioma yaitu :

- Lengan dan kaki terasa lemas.
- Kejang-kejang.
- Gangguan indera penciuman.
- Mati rasa.
- Sakit kepala yang semakin memburuk.
- Gangguan penglihatan.
- Gangguan pendengaran.
- Hilang ingatan.
- Gangguan bicara.

Gejala ini biasa timbul satu demi satu. Tapi segeralah berkonsultasi dengan dokter jika anda mengalami kejang dan gangguan penglihatan secara tiba-tiba, atau hilang ingatan.

Penyebab dan faktor risiko Meningioma
Masih belum jelas penyebab pasti dariMeningioma. Akan tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami Meningioma, yaitu :

> Paparan radiasi ke kepala, yang bisa terkena saat seseorang menjalani terapi radiasi.
> Hormon kewanitaan. Karena meningioma banyak diderita oleh wanita, beberapa dokter percaya bahwa hormon kewanitaan bisa meningkatkan risiko terkena meningioma.
> Cacat turunan pada sistem saraf seperti Neurofibromatosis tipe 2, bisa meningkatkan risiko terkena meningioma.

Diagnosis meningioma
Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Untuk mendiagnosis Meningioma, dokter akan melakukan beberapa tes pencitraan bagian kepala seperti CT Scan dan MRI. Selain tes pencitraan, pengambilan sampel tumor atau biopsi kadang dilakukan dan ahli bedah. Tujuan pengambilan sampel tumor ini adalah untuk meneliti apakah tumor yang di derita jenis jinak atau ganas.

Pengobatan Meningioma
 Pengobatan yang akan dijalani oleh penderita Meningioma akan disesuaikan dengan beberapa faktor seperti :
  • Ukuran dan posisi meningioma.
  • Tingkat agresivitas tumor.
Penderita meningioma tidak selalu langsung menjalani pengobatan. Jika meningioma berukuran kecil serta tidak menyebabkan gejala apa pun, dokter biasanya hanya akan menyarankan tes pencitraan secara berkala untuk memantau perkembangan meningioma. Ada beberapa cara yang biasanya di pilih dokter jika ia memutuskan untuk menangani meningioma yaitu :
  • Pembedahan. Jika tumor membesar, dokter akan melakukan pembedahan untuk mengangkat seluruh meningioma.
  • Terapi radiasi. Yang bertujuan untuk menghilangkan sisa sel tumor dan mengurangi sisiko meningioma muncul kembali.
  • Obat-obatan. Bagi pengidap meningioma kambuhan dan meningioma yang tidak bisa ditangani oleh pembedahan dan radiasi, maka dokter akan menganjurkan terapi obat.

Minggu, 18 Juni 2017

Fakta Angin Duduk Yang Bisa Menyebabkan Kematian

Fakta Angin Duduk Yang Bisa Menyebabkan Kematian | Berbicara mengenai angin duduk, ini merupakan suatu keadaan berbeda dari angin biasanya yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Angin duduk atau angina merupakan suatu istilah yang digunakan dalam penggambaran nyeri dada seperti rasa ditekan, keringat dingin, perut kembung serta ulu hati yang sakit seperti ditusuk yang bisa  membuat mual, dan keadaan ini lebih parah dari keadaan masuk angin pada umumnya. Kondisi ini dapat terjadi secara tiba-tiba.

Nyeri dada tersebut diakibatkan oleh otot-otot jantung yang kurang mendapat pasokan darah yang terjadi akibat adanya penyempitan atau pergeseran pada pembuluh darah. Nyeri ini akan menjalar pada bahu, lengan, leher atau punggung. Namun, kebanyakan orang menyangka bahwa hal ini diakibatkan oleh kerokan padah hal tersebut jauh dari aslinya.

Penyebab Angin Duduk (Angina)

Angin duduk ini bukanlah sebuah penyakit namun, sebagai sebuah gejala dari penyakit yang berkaitan dengan penyakit jantung. Berikut ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan angina berdasarkan jenisnya, yaitu:
  1. Angin duduk stabil, pemicu dari kejadian ini adalah penderita penyakit jantung koroner, aktivitas fisik seperti olahraga, stres, merokok, makan berlebihan, dan udara yang dingin. Angin duduk tidak stabil, terjadi akibat adanya pemekuan darah atau timbunan lemak .
  2. Angin duduk varian, dalam kondisi ini arteri jantung seseorang akan mengecil atau menyempit sementara akibat spasme. Hal ini dapat terjadi kapan saja. Penyempitan ini menyebabkan pasokan darah ke jantung menurun sehingga menimbulkan rasa sakit.
Ada beberapa faktor risiko seseorang untuk terkena Angin duduk. Seperti:
  • Penderita kolesterol tinggi.
  • Penderita hipertensi.
  • Penderita diabetes.
  • Mengalami stres.
  • Merokok.
  • Obesitas.
  • Umur yang lebih tua, untuk pria 45 tahun sedangkan wanita 55 tahun.
  • Kurang berolahraga.
  • Riwayat keluarga.
  • Sindrom metabolik.
  • Orang yang berdiet.
Pencegahan Angin Duduk
  • Selalu mengontrol tekanan darah.
  • Mengurangi makanan yang mengandung kolesterol tinggi.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Pola makan yang sehat.
  • Menurunkan berat badan dengan cara sehat.
Sekian artikel yang dapat kami sampaikan, semoga artikel kami bisa bermanfaat serta anda bisa lebih berantisipasi agar terhindar dari segala penyakit jantung. Terima kasih atas kunjungan anda dan Salam Sehat!



Waspadai Jantung Berhenti Mendadak Sebabkan Kematian

Waspadai Jantung Berhenti Mendadak Sebabkan Kematian - Mendengar jantung berhenti secara mendadak, mungkin itu terdengar mengerikan bagi semua orang. Karena sebagaimana mestinya jantung tersebut berperan sebagai sistem peredaran darah, namun jika jantung berhenti secara mendadak otomatis aliran darah ke seluruh tubuh pun akan terhenti. Maka dari itu untuk informasi yang lebih lengkap mengenai hal tersebut mari kita simak artikel berikut secara seksama.



Henti jantung secara mendadak atau sudden cardiac arrest merupakan kondisi mematikan seseorang dimana detak jantung mereka mendadak berhenti sehingga mengakibatkan penderitanya tidak dapat bernafas dan kehilangan kesadaran. Hal ini perlu segera ditangani dengan cepat, jika tidak penderita akan mengalami kematian. Henti jantung sendiri dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu shockable dan non-shockable. Kejadian ini hampir 50% terjadi tanpa ada orang ada orang lain yang menyaksikan kejadian tersebut.

Penyebab Jantung Berhenti Mendadak
  • Aritmia yaitu kelainan ritme jantung yang terjadi kkarena gangguan pusat pembangkit listrik jantung.
  • Penderita jantung koroner.
  • Seseorang yang lemah jantung (kardiomiopati).
  • Emboli paru atau penyumbatan aliran darah pada paru-paru.
  • Sindrom marfan atau penyakit genetik jantung.
  • Menderita gagal ginjal.
  • Bawaan sejak lahir.
  • Pembesaran jantung akibat hipertensi.
  • Merokok.
  • Obesitas.
  • Jarang melakukan olahraga.
  • Riwayat keluarga.
  • Kekurangan kalium atau magnesium.
Gejala Jantung Berhenti Mendadak

Pada umunya, henti jantung yang mendadak ini tidak memiliki gejala apapun karena terjadi secara mendadak. Namun, ada beberapa gejala yang mungkin bisa dirasakan penderita seperti:
  • Pusing.
  • Muntah.
  • Nafas terengap-engap.
  • Warna kulit pucat.
  • Nafas pendek.
  • Lemas dan lelah.
  • Ritme jantung tidak teratur.
Diagnosis Jantung Berhenti Mendadak
  • Tes darah.
  • X-Ray.
  • Ekokardiogram.
  • Nuclear scan.
  • Tes elektrofisiologi.
  • Angiogram.
  • Tes fraksi ejeksi.
Pencegahan serta Pengobatan Henti Jantung Mendadak
  • Penggunaan obat-obatan jangka panjang seperti obat anti aritmia untuk meredakan masalah ritme jantung.
  • Angioplasti koroner.
  • implamantasi defibrilator jantung
  • Corrective heart surgery.
  • Radiofrequency catheter ablation.
  • Operasi bypass.
  • Olahraga secara teratur.
  • Pola makan yang sehat.
  • Berhenti merokok.
  • Berhenti meminum alkohol.
  • Melakukan pemeriksaan rutin.
Sekian artikel yang dapat kami sampaikan, semoga artikel kami bisa bermanfaat serta anda bisa lebih berantisipasi agar terhindar dari segala penyakit jantung. Terima kasih atas kunjungan anda dan Salam Sehat!



Mengenal Jenis serta Bahaya dari Penyakit Hepatitis

Mengenal Jenis serta Bahaya dari Penyakit Hepatitis | Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti akibat infeksi virus, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, penyakit autoimun, serta efek samping obat-obatan, komplikasi dari penyakit lain dan adanya kehadiran parasit dan bakteri dalam hati. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh.



Selain akibat dari adanya virus, hepatitis juga disebabkan oleh seseorang yang sering mengonsumsi makanan yang tidak matang, penggunaan alkohol berat, bahkan dari akibat hubungan seksual dengan penderita hepatitis. Hepatitis yang disebabkan oleh virus sendiri terbagi dalam lima jenis. Yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D dan hepatitis E.

Lalu apa perbedaan dari jenis hepatitis tersebut?
  • Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh adanya infeksi virus yang menyebabkan virus hepatitis A ini mudah ditemui dalam makanan atau minumanyang terkontaminasi. Namun pada jenis makanan dan minuman yang tidak higienis atau dalam proses pengolahan makanannya yang tidak tepat. Sehingga hal tersebut bisa mengakibatkan seseorang untuk terkena penyakit Hepatitis A. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada hati tetapi jarang untuk terjadinya kerusakan yang bersifat permanen. Virus ini bisa menghilang sendiri dalam beberapa minggu saja. Anda bisa mencegahnya dengan melakukan vaksinasi hepatitis A.
  • Hepatitis B
Hepatitis B juga disebabkan oleh adanya virus yaitu virus hepatitis B yang menyebabkan peradangan hati yang menahun. Namun, hepatitis B tergolong  berbahaya dan menular di dunia. Penularannya pun berbeda dengan hepatitis A, hepatitis B ini ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak langsung dengan darah dari orang yang terinfeksi hepatitis B. Hal ini dapat terjadi seperti dalam penggunaan jarum suntik secara bersamaan, atau penggunaan sikat gigi yang terdapat darah secara bergantian.
  • Hepatitis C
Keadaan ini lebih parah dari penyakit hepatitis sebelumnya, karena virus hepatitis C sudah menyebar di dalam darah penderita. Kondisi ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intavena dan transfusi darah), peralatan medis yang tidak steril atau ditularkan melalui ibu ke anaknya pada saat melakukan prosese kelahiran. Mengapa hepatitis C berbahya? Karena virus yang telah menyebar tersebut sulit untuk dihilangkan, sehingga dapat mengganggu fungsi liver. Vaksinasi hepatitis C pun sampai saat ini belum ada yang dapat melindungi seseorang dari penyakit tersebut.
  • Hepatitis D
Seseorang yang terkena hepatitis D, bisa terjadi jika seseorang tersebut pernah mengalami hepatitis B sebelumnya. Hepatitis D juga sering disebut sebagai virus delta, dimana virus cacat yang memiliki pertolongan virus hepatitis B untuk proses perkembangbiakan sehingga hanya ditemukan pada orang yang terkena hepatitis B. Penularannya pun, sama dengan hepatitis B. Dan orang yang mengalami kondisi tersebut bisa menyebabkan gagal hati yang akut. Vaksin untuk hepatitis D juga tidak ada, namun anda dapat melakukan vaksin hepatitis B agar terhindar dari hepatitis D.
  • Hepatitis E
Sama halnya dengan hepatitis D, hepatitis E juga mempunyai kemiripan dengan hepatitis A. Dimana hal tersebut dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi dari kotoran manusia ke mulutnya langsung. Penyakit hepatitis jenis ini menyebabkan infeksi yang bersifat kronis. Dan sampai saat ini pun belum ada vaksin hepatitis E yang tersedia secara komersial. Namun, anda bisa mencegahnya dengan pola hidup baik dan sehat.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penyakit Hepatitis yang disebabkan oleh virus. Jika anda mengalami salah satu dari jenis hepatitis diatas, maka segeralah tangani sejak dini untuk menghindari terjadinya komplikasi yang serius. Disamping itu, anda bisa menggunakan tanaman atau obat herbal yang mampu mengatasi penyakit tersebut.

Sekian artikel yang dapat kami sampaikan, semoga artikel kami bisa bermanfaat serta anda bisa lebih berantisipasi agar terhindar dari penyakit Hepatitis apapun itu jenisnya. Terima kasih atas kunjungan anda dan Salam Sehat!